Sabar dan terus berdoa agar ditakdirkan yang baik-baik :)


Sudah 4 tahun ini saya jadi bulan-bulanan teman kantor saya yang satu itu. Dia itu tukang pembolak-balik fakta. selama ini dia yang menyakiti saya, tapi di bercerita kepada kawan-kawan kantor saya bahwa sayalah yg berbuat yg tidak baik. Awalnya saya membantah dan menjelaskan satu persatu kepada kawan-kawan kantor saya. Tapi mungkin sepertinya kawan kantor lebih percaya pada dia. Secara wajahnya lebih memelas daripada aku hehe😛 .

Akhirnya setelah sekian lama, saya memilih diam saja, tidak menanggapi dan cuma cuek aja bila ada berita-berita miring tentang saya. Tapi ternyata, ke-diam-an saya itu diartikan bahwa sayalah yang memng bersalah selama ini kepadanya. Karena saya cuma diam selama ini, artinya “diam dianggap membenarkan”.

Sedih saja. Ada juga sih temen kantor yang lebih percaya sama saya ketimbang ceritanya. Malah kadang kalo aq lagi baik hati, aq bilang sama temenku, “mungkin sebenarnya orang yg suka cerita yang enggak2 soal aq itu tidak jahat, mungkin pacar-nyalah yg mempengaruhi sifatnya itu”. Ya sedikit flashback, dulu aq dan orang yg suka berprasangka buruk dan akhirnya memfitnahku itu dulu kita pernah dekat. Dia banyak cerita soal masalah sama pacar-nya, saya juga ga cerita ke orang2 (dia pesan begitu ke aq, dan saya juga ga cerita). Sampai akhirnya, waktu itu aq lagi bosan mendengar cerita-ceritanya. Secara kerjaan kantor dan tugas kuliah makin menumpuk (dia cerita ke aq pas jam kantor,,, tiap hari). Saya rada menghindar, dan dia mulai berpikir negatif tentang aku, akhirnya jadi su’udzon dan muncullah cerita2 versi ga bener soal aq yg ngejahatin dia, dsb. Awal2 aku sudah berusaha membantah semua tudingan itu, karena tiap teman kantor menanyakan ada masalah apa antara aku dan dia. lama2 karena aku capek dan bosan (secara banyak tugas kuliah dan hal lain yang kuanggap lebih penting saat itu, akhirnya aku pun memilih diam atas semua tudingan).

Sampai sekarang, menurut feelingku, orang2 kantor banyak yang pro ke dia. Aq adalah pihak yang bersalah. Secara dia wajahnya lebih sering memelas, sedangkan wajahku agak2 garang2 gimanaaa gitu ,,,😛 ,,,, ya bawaan lahir, emang aku susah senyum. Hmmm.

Aq kadang cuma ngerasa capek aja, setiap hari ke kantor suasananya ga enak karena harus ketemuan ama dia. but anyway, syukurlah, setelah orang itu menikah, dia sudah mengubah beberapa sifat2nya, terutama mengurangi frekuensinya untuk tidak lagi menyakiti aku (menurutku sih). Doaku terkabul. Tapi orang2 kantor masih banyak yg berpikir negatif tentang aku, yah karena cap yang sudah terlalu melekat sama aku, bahwa akulah orang yg bermasalah. Yang ini mungkin perlu didoakan lagi😀.

well, sekian dari aku. Aq cuma berharap, menjadi lebih Soleha, bijaksana, cerdas, bahagia dan tenang hati serta dibanyakin teman2 yang memang baik untukku. Amin🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: