AGAR ANAK KECIL SIAP SEKOLAH


<!–[if !mso]> <! st1:*{behavior:url(#ieooui) } –>

ibu-dan-anak1Anak kecil yang orang tuanya membacakan cerita atau isi suatu buku dengan suara keras dapat memberikan anak kemampuan berbahasa dan kemampuan literasi ( melek huruf) lebih baik saat mereka sudah sekolah. Hal ini berdasarkan review yang dipublikasikan online dari Archieve of Disease in Childhood.

Anak-anak yang dibacakan menggunakan suara keras juga cenderung akan memiliki hobi membaca. Dimana hal ini lebih penting daripada anak-anak awalnya langsung disuruh mempelajari bahasa dan literasi. Kemampuan anak-anak yang dibacakan menggunakan suara keras makin bertambah sedangkan anak-anak yang pertama kali belajar sebagai pembaca yang buruk pada tahun pertamanya sekolah, seterusnya akan tetap begitu.

Dengan orang tua menjelaskan gambar-gambar yang ada di buku, menjelaskan arti dari suatu cerita , lalu menyuruh anak menceritakan kembali tentang cerita yang sudah dibacakan tadi , kemudian kita ajukan pertanyaan pada mereka. Hal-hal tadi dapat menambah kemampuan anak memahami lingkungan sekitarnya dan menambah kemampuan sosialnya.

Dalam review artikel tersebut juga disebutkan bahwa orang tua ekonomi menengah lebih sering membacakan pada anak-anaknya daripada keluarga miskin.

Style / gaya membacakan memiliki dampak pada perkembangan awal bahasa dan pengembangan literasi anak-anak daripada frekuensi membacakan keras-keras. Orang tua ekonomi menengah cenderung menggunakan gaya yang lebih interaktif, menghubungkan apa yang telah mereka baca dengan pengalaman anaknya atau kejadian di dunia nyata, menjelaskan kata-kata baru pada anak dan memberikan motivasi untuk pembentukan karakter anak.

Sementara orang tua yang bekerja cenderung lebih pada melabeli dan menjelaskan gambar.

Perbedaan cara membacakan ini dapat berdampak pada perkembangan bahasa dan kemampuan literasi anak.

Program Reach Out and Read di Boston, US, telah meningkatkan kemampuan bahasa anak pada keluarga dengan pendapatan rendah dengan menambah proporsi orang tua membacakan pada anaknya.

Program tersebut menyediakan buku dan memberi nasihat bagi orang tua mengenai pentingnya membaca dengan keras. Hasilnya, orang tua yang mengikuti program tersebut , empat kali lebih sering membaca buku bersama anak mereka dan kegiatan itu merupakan salah satu aktivitas favorit anak-anaknya, dan dua kali lebih sering membaca keras-keras dengan anak-anaknya setidaknya tiga kali seminggu.

(Diadaptasi dari materi BMJ-British Medical Journal, via EurekAlert!, a service of AAAS , dipublish online oleh http://www.ScienceDaily.com)

Terjemahan bebas oogitu dari situs www.ScienceDaily.com.

Semoga Bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: