Perjalananku menghindari banjir menuju daerah Surabaya Barat


Pada hari Senin , 8 Januari 2008 kemarin , kotaku tercinta Surabaya lagi-lagi diguyur hujan deras. (Sori waktu itu ga bawa kamera, jadi pake foto lain dulu). Hujan turun sekitar pukul 14.30 , hingga malam hari.

Sore hari saat waktunya pulang kantor, aku menunda kepulanganku ke rumah. Karena kubaca sms dari rumah yang mengatakan bahwa daerah rumahku sedang banjir. Aku menunggu hingga pukul lima sore kemudian baru pulang.

Kuputuskan tak melewati rute biasa yaitu pacuan kuda diteruskan ke simo mulyo lalu melewati raya simo jawar dan seterusnya. Karena daerah daerah itu pasti akan menenggelamkan sepeda motorku. Kendaraan otomatis, Mio.

Jadi ingat beberapa hari sebelumnya, aku nekat menerobos jalan pacuan kuda. Akibatnya, aku terjebak banjir selama satu jam setengah. Memang aku berhasil keluar mencapai jalan tidar kembali. Tapi sepeda motorku tumben-tumbennya mogok. Lalu kuservis di bengekl terdekat. Masalahnya , aku hanya mengganti busi. Oli motor tidak aku ganti juga. Beberapa hari kemudian, ‘saklek’ motor rusak. Indikasinya sepeda motor berbunyi bila dituntun. Memaksaku membeli ‘saklek’ motor baru harganya Rp. 450.000,00. Edan.

Kembali ke hari dimana surabaya banjir edan. Akhirnya aku memilih melewati kedung doro, pasar kembang, diteruskan ke daerah girilaya. Daerah-daerah tadi macet total. Wajar, karena untuk menuju daerah Surabaya Barat, jalan-jalan tadi adalah yang tidak terkena banjir.

Perjalanan kuteruskan ke daerah dukuh kupang, melewati jembatan Ngesong, lurus sampai ketemu pertigaan lampu merah, belok kiri daerah darmo. Kalo ke kanan melewati sinarlalu ke daerah darmo indah, ya banjir lagi. Cape deh.

Lalu belok kanan ketemu gedung SCTV lama. Ikuti jalan hingga ketemu perempatan lampu merah daerah HR Muhammad.

Dari SCTV hingga daerah lampu merah harus hati-hati karena banyak jebakan (lubang jalan) lebar dan dalam, selain itu tidak ada penerangan, atau mungkin ada tapi tidak berfungsi. Entahlah, keadaan gelap , pembimbingku di jalan ialah lampu belakang kendaraan di depanku.

Setelah itu kuteruskan ke PTC dan seterusnya, hingga baru sampai rumah pukul 18.30.

Perjalanan yang sungguh melelahkan. Tapi aku jadi tahu daerah yang bisa dilewati bila banjir besar datang.

😀

Well, itu rute pertama ini ada rute lain. Sebagai patokan misal kita ada di daerah surabaya pusat. Dari jalan tidar aq menuju jalan tembok. Oh ya kalo di daerah tidar udah banjir, aq ga akan coba2 ke daerah simo / petemon, karena lewat situ pasti lebih dalem😦 . Dari jalan tembok yg bebas banjir, aq lewat asemrowo menuju JALAN TANJUNGSARI. Ahahai,,,,, sejak di rigid, jalan semakin tinggi, dan kalopun ada genangan, ga sampe bikin motor matic mogok🙂 . Dari pertigaan lampu merah tanjungsari aku belok kanan. Kalo kamu setelah belok kanan ini mau nerusin ke daerah balongsari, monggo , tapi hati2 di daerah perempatan balongsari itu dalem, biasanya aq rada ngebut disini, biar knalpot ga kemasukan air. Mengapa aq ga belok kiri ? kalo belok kiri aq akan melewati pertigaan Darmo Satelit, terus ada pertigaan besar aq kan belok kanan, nah pas daerah depan toko Ken 88, itu banjirnya bikin motor mogok, makanya aq ga lewat sini kalo ujan deres, kalo pake mobil ya ga masalah . Kamu yg rumahnya daerah manukan, bisa saja setelah belok kanan dari pertigaan tanjungsari, kamu terusin aja via Jl. Raya Tandes (karena genangan ga terlalu tinggi, disini rada macet, tapi ga parah) lalu belok kiri ke jembatan Kyai Amir. Hati2, kyai amir jalannya rompal dan rada banjir, but it’s okay.

Semoga Bermanfaat

4 Komentar (+add yours?)

  1. dinda
    Jan 09, 2009 @ 17:16:39

    Yah,,,
    hal itu mungkin juga pernah dialami oleh setiap orang
    tak apa, bila anda ingin curhat saja,mungkin untuk menghilangkan rasa “Stress” anda,,

    Sebaiknya apabila sering merasa lelah dengan segala hambatan maupun tantangan dalam hidup anda,
    Coba saja nonton acaranya Mario Teguh dengan sapaanya

    “SALAM SSSHUUPEERRR”,,,

  2. makhfud
    Feb 06, 2012 @ 22:31:46

    Ealah……aku kira banjir sudah hilang peredarannya di Surabaya ,silih berganti wali kotanya tetap sama hasilnya banjiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiir terus. Kalau begini terus lalu siapa lagi ayo..! Yach semua penghuni kota ini harus punya rasa kepedulian terhadap kebersihan aliran air dan satu komando pengaturan dan desain pelaksanaan dibawa kenama air seharusnya mengalir lancar tanpa ada hambatan bangunan gedung yang kokoh yang hanya mempermolek lingkungan sendiri tanpa memikirkan tetangganya.

  3. oogitu
    Sep 04, 2012 @ 15:17:34

    MAsih diperbaiki aliran salurannya sepertinya

  4. oogitu
    Jan 16, 2013 @ 13:29:37

    kalo ada banjir ga turun2 silakan hubungi langsung satgas binamarga mas makhfud

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: